Fajar, aku bergegas bangun dari tidurku dan juga membereskan atau mempersiapkan dipagi hari. Mesin motor aku nyalakan dan juga bergegas untuk ke tempat kerja di leb komputer SMU Nusantara sekolah swasta yang sudah lama berdiri, ditempat itupula saya berkerja.
![]() |
| Boneka cantik |
Kulaju motor dan sesampainya disekolah hanya ada pegawai kantor dan juga penjaga aku pun menganguk sebagai tanda untuk masuk kelahan parkir. Suasana masih sepi mungkin terlalu pagi aku menuju tempat kerjaku dimana siswa dalam perjalanan menuju sekolah, tidak jauh dari kediaman dan juga mudah dalam perjalanan menuju sekolah. Sesampai ditempat kerja aku bergegas untuk membersihkan dan juga mempersiapkan siswa sesuai jam pelajaran dan exstra kokulikuler begitu setiap hari aktifitasku.
Suatu hari aku dipangil Kepala Sekolah diruanganya dan adanya penambahan untuk penunjang kegiatan tentang administrasi siswa pembayaran yang belum melengkapi pembayaran disekolah sepulang sekolah aku menyempatkan diri untuk menghantar surat dan juga penjaga ujian, aku menyetujui. Saat terik matahari ditengah dan terasa panas, aku sampai di kediaman siswa siswi untuk memberikan surat pangilan kesekolah dikarenakan adanya siswa siswi belum melunasi pembayaran.
![]() |
| Boneka koleksi. |
Lonceng telah berbunyi dan siswa-siswi masuk ke ruangan kelas, guru ada ditempat mempersiapkan untuk memberikan materi sekolah, aku berada diruang laboratorium. Sesekali aku melihat dari jendela dan juga duduk termenung diwaktu istirahat. Aku butuh istirahat untuk menenagkan akal sehatku, karena pada waktu itu putri tunggal saya Washfa Alifah Arianto sedang terapi kesehatan dan orang tua saya opname dirumah sakit, serangan jantung. Banyak cerita dan petuah yang sebaiknya aku ingat, dan slalu memberikan semangat hidup sewaktu remaja.
Lonceng untuk istirahat berbunyi ada beberapa siswa bermain ditempat parkir motor dan mendapatkan teguran dari penjaga sekolah, tetap saja tidak diindahkan. Aku berada di ruang akutansi dimana melihat daftar siswa yang belum membayar sekolah dan adanya seruhan siswa yang bersangkutan di pangil ke ruang kepala sekolan.
Lelah, aku melihat televisi saat ini dan juga mengingat beberapa siswa perna ke ruang laboratorium menceritakan permasalahan pribadinya. Siang itu suasana sunyi dan terik matahari saya sibuk dengan peralatan, tiba-tiba masuk beberapa siswa dan aku dipersilahkan duduk untuk berbincang tentang belum adanya uang bayar sekolah sedangkan ujian akhir sudah dekat, aku terdiam sesa'at.
Waktu itu kebutuhan sangat mendesak dan cukup buat kebutuhan keluarga kecilku, saran dariku lebih baik keruang kepala sekolah bersama orang tua murid, dan keputusan ada kepada Kepala Sekolah juga perlunya adanya surat kesangupan membayar.



0 komentar:
Posting Komentar