The Sandi Diary adalah Blog pribadi dengan tema membuat blog juga cerita cinta dan perjalanan adalah aktifitas menulis di blog saat ini dengan berkerja online marketing diblog the sandi diary.

Sabtu, 13 September 2025

Berhenti didepan toko perbelanjaan dan Ayah menjanjikan lain hari untuk belanja di supermarket.

By September 13, 2025 , No comments

Cuaca memang tidak bersahabat terdengar suara petir menyambar dan diiringi angin ribut, saat itu sangat mencekam. Terdengar suara lantang dari kejauan untuk meyeruhkan mencari tempat berteduh, aku bergegas turun dari tempat kerja untuk mencari tempat yang teduh dan melanjutkan perkerjaan yang belum terselesaikan.

Mas Sandi juru parkir.

Sore hari, isyarat untuk bersiap mengemas peralatan kerja dengan lonceng berbunyi dan aku membersihkan lantas berlalu. Aku memikirkan buah hati yang saat itu dalam kondisi kurang sehat, sesampai aku di kediaman menayakan prihal kesehatan buah hati dan sering kali menegok ditempat tidurnya. 

Mungkin kelelahan dan juga aktifitasnya berlebih dengan senyum dan canda bersama untuk menjalin komunikasi antara sesamA, ibu dan aku ayah. "Kamu belum memahami dunia nak, kelak suatu hari seiring dengan bertambahnya usia, kamu akan memahami kehidupan". Begitu juga ayah dalam menghapai cita dan cinta bersama semampu ayah dan ibu memberikan hak, baik kehidupan, kesehatan dan juga pendidikanmu. "Jangan kau takut akan kejamnya dunia akan takutlah kepada TUHAN YMH".

Carnaval 2025 salon horek.

Tempat untuk bersandar adalah ayah dan ibu teringat senja waktu itu, kamu dan ayah mengelilingi jalan dan juga melihat pemandangan sekitar usiamu kisaran 1,8 tahun. Ayah sangat senang waktu itu kamu menunjuk tempat yang mana merangsang motorikmu dalam menyampaikan keinginanmu, aku terdiam saat itu dirimu menunjuk salah satu perbelanjaan untuk membeli makanan ringan dan akupun saat itu menetaskan air mata karena ayah masih ngangur belum mendapatkan perkerjaan nanti kalau sudah mendapatkan perkerjaan, kita masuk toko tersebut bersama ibu dan ayah untuk belanja makanan ringan kesukaanmu. Jangan nangis, doakan ayah segera berkerja kembali.

Lain hari, anak perempuan meminta jalan-jalan dan masih tetap meminta didepan toko sambil menagis. Aku hanya bisa diam saat itu "nanti nak besok kalau ada bareng sama ayah membeli bekal bersama ibu ke toko". Beduk dimasjid terdengar dan suara azan  dikumandangkan saatnya untuk ikut shalat berjamaah, sudah sampai dirumah.  Dalam keheningan do'a dan keoasrahan diri kepada Tuhan tentang yang terjadi dalam menjalani hidup. Sudah bertambah usiamu dan doakan ayah senantiasa menjagamu sampai dirimu tumbuh dewasa.  

Tak terasa bertambahnya usia, terkadang belenguh mimpi yang memiliki arti dalam kehidupan apakah berbuah manis atau pahit yang kurasa. Sore hari masih menjalankan rutinitas keseharian bersama anak jalan-jalan sore dengan mengunakan motor ayah, dia pun masih tetap menjuk ke tempat yang sama tapi saat itu tidak menagis dan berkata itu ayah, aku memberhentikan motor didepan toko atau swalayan dan jawaban sianak besok aja ayah. aku dan anakku saat itu tertawa lepas.  "iya nak mungkin lain hari belanja sama ayah dan ibu". 


0 komentar:

Posting Komentar